Nama
: Rahmayani 28
September 2013
Kelas
: XI IPA
Resensi Novel karya
Habiburrahman El Shirazy
Judul Resensi :
Membanggakan Orang Tua Bukan Hanya
dengan Prestasi
Pengarang resensi : Rahmayani
Musafir
Judul Novel :
Cinta Suci Zahrana
Pengarang Novel : Habiburrahman
El Shirazy
Penerbit : Ihwah Publishing House
Cetakan : Ke tujuh, Oktober 2011
Tebal : vi + 286 halaman
Sudah menjadi kewajiban
manusia mencari ilmu, berprestasi, dan berkarier. Bagi manusia berkarier
merupakan salah satu cara untuk
membanggakan dan membahagiakan orangtua. Tetapi selain berkarier,
seseorang juga harus mempunyai pendamping hidup sesuai dengan sunnah Rasulullah
SAW. Hal inilah yang dipaparkan oleh Habiburrahman El Shirazy dalam novelnya,
‘’Cinta Suci Zahrana’’ sebuah novel penbangun jiwa.
‘Cinta Suci Zahrana’ yang mempunyai alur
cerita maju-mundur menceritakan tentang kisah seorang dosen wanita, Zahrana,
yang sudah berumur belum juga menikah. Zahrana sudah berkali-kali dilamar, tapi
tak satupun ia terima dengan alasan ingin membanggakan dan membahagiakan kedua
orangtuanya dengan prestasi yang diraihnya.
Perestasi yang diraihnya memang cukup
membanggakan. Ya, membanggakan Universitasnya, membanggakan kotanya (Semarang),
dan membanggakan negaranya, Indonesia, dengan diundangnya Zahrana ke Beijing,
China, untuk menerima penghargaan atas karyanya dibidang arsitektur. Namun
kedua orang tuanya meraasa lebih bahagia jika Zahrana segera menikah, karena
mereka merasa sudah puas dengan apa yang telah Zahran raih selama ini. Mereka
akan bersikap dingin kepada Zahrana jika Zahrana terus berkarier dan tidak mau
menuruti keinginan mereka.
Setelah Zahrana merasa kedua orang tuanya
bersikap dingin padanya, akhirnya Zahrana memutuskan untuk mencaci suami.
Berbagai laki-laki yang telah disarankan kepadanya, tapi tak ada yang cocok
dengannya. Aakhirnya Zahrana akan menikah dengan seorang penjual kerupuk
keliling, Rahmat namanya. Tapi sayang, apa yang diimpikan Zahrana tidak
terwujud, Rahmat meninggal menjelang hari pernikahannya. Mati tertebrak kereta
api merupakan hal yang tragis. Mendengar kabar kematian Rahmat, ayah Zahrana
mendadak jantungan dan akhirnya meninggal.
Beberapa bulan kemudian, datang lamaran
kepadanya. Zahrana merasa lamaran ini lucu, ya, seorang dosen dilamar dengan
mahasiswanya, Zahrana merasa tidak percaya bahwa dia akan dilamar Hasan,
mahasiswanya. Tapi ternyata lamaran itu bukan permainan atau lelucon, melainkan
suatu keseriusan akhirnya Zahrana menerima lamaran itu, dan merekapun akhirnya
menikah, dan Zahrana kini hidup bahagia.
Habiburrahman El Shirzy atau sering disapa
dengan Kang Abik menceritakan kisah Zahrana di ‘’Cinta Suci Zahrana’’ dengan
begitu menarik. Kita dapat mengetahui sifat Zahrana yang begitu egois, dan
mementingkan pendidikan. Sedangkan kedua orang tuanya menginginkan Zahrana segera menikah.
Kita juga mendapat inspirasi untuk
terus mencari ilmu, berprestasi dan berkarier, sehingga kita sukses untuk
kedepannya.
Namun Kang Abik tidak menceritakan secara
detail keadaan Beijing, Tembok Raksasa, dan Semarang. Dia hanya menjelaskan
tentang Masjid Niujie. Sehingga kita tidak mengetahui dan membayangkan keadaan
disekitar Zahrana. Dan ilustrasinya sedikit.
Menjari ilmu merupakan hal yang penting. Novel
karya Habiburrahman El Shirazy, sebuah novel pembangun jiwa ini semoga bisa
menjadi motivasi dan inspirasi dalam mencari dan menuntut ilmu, sehingga kita
dapat berhasil dan sukses.
Semoga Bermanfaat
Many Thank’s