Jumat, 06 Desember 2013

Resensi Novel Karya Habiburrahman El Shirazy



Nama : Rahmayani                             28 September 2013
Kelas : XI IPA
Resensi Novel karya Habiburrahman El Shirazy
Judul Resensi        : Membanggakan Orang Tua  Bukan Hanya dengan Prestasi
Pengarang resensi : Rahmayani Musafir
Judul Novel           : Cinta Suci Zahrana
Pengarang Novel    : Habiburrahman El Shirazy
Penerbit                : Ihwah Publishing House
Cetakan                 : Ke tujuh, Oktober 2011
Tebal                    : vi + 286 halaman

        Sudah menjadi kewajiban manusia mencari ilmu, berprestasi, dan berkarier. Bagi manusia berkarier merupakan salah satu cara untuk  membanggakan dan membahagiakan orangtua. Tetapi selain berkarier, seseorang juga harus mempunyai pendamping hidup sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW. Hal inilah yang dipaparkan oleh Habiburrahman El Shirazy dalam novelnya, ‘’Cinta Suci Zahrana’’ sebuah novel penbangun jiwa.
‘Cinta Suci Zahrana’ yang mempunyai alur cerita maju-mundur menceritakan tentang kisah seorang dosen wanita, Zahrana, yang sudah berumur belum juga menikah. Zahrana sudah berkali-kali dilamar, tapi tak satupun ia terima dengan alasan ingin membanggakan dan membahagiakan kedua orangtuanya dengan prestasi yang diraihnya.
Perestasi yang diraihnya memang cukup membanggakan. Ya, membanggakan Universitasnya, membanggakan kotanya (Semarang), dan membanggakan negaranya, Indonesia, dengan diundangnya Zahrana ke Beijing, China, untuk menerima penghargaan atas karyanya dibidang arsitektur. Namun kedua orang tuanya meraasa lebih bahagia jika Zahrana segera menikah, karena mereka merasa sudah puas dengan apa yang telah Zahran raih selama ini. Mereka akan bersikap dingin kepada Zahrana jika Zahrana terus berkarier dan tidak mau menuruti keinginan mereka.
Setelah Zahrana merasa kedua orang tuanya bersikap dingin padanya, akhirnya Zahrana memutuskan untuk mencaci suami. Berbagai laki-laki yang telah disarankan kepadanya, tapi tak ada yang cocok dengannya. Aakhirnya Zahrana akan menikah dengan seorang penjual kerupuk keliling, Rahmat namanya. Tapi sayang, apa yang diimpikan Zahrana tidak terwujud, Rahmat meninggal menjelang hari pernikahannya. Mati tertebrak kereta api merupakan hal yang tragis. Mendengar kabar kematian Rahmat, ayah Zahrana mendadak jantungan dan akhirnya meninggal.
Beberapa bulan kemudian, datang lamaran kepadanya. Zahrana merasa lamaran ini lucu, ya, seorang dosen dilamar dengan mahasiswanya, Zahrana merasa tidak percaya bahwa dia akan dilamar Hasan, mahasiswanya. Tapi ternyata lamaran itu bukan permainan atau lelucon, melainkan suatu keseriusan akhirnya Zahrana menerima lamaran itu, dan merekapun akhirnya menikah, dan Zahrana kini hidup bahagia.
Habiburrahman El Shirzy atau sering disapa dengan Kang Abik menceritakan kisah Zahrana di ‘’Cinta Suci Zahrana’’ dengan begitu menarik. Kita dapat mengetahui sifat Zahrana yang begitu egois, dan mementingkan pendidikan. Sedangkan kedua orang tuanya menginginkan Zahrana segera menikah. Kita juga mendapat inspirasi untuk terus mencari ilmu, berprestasi dan berkarier, sehingga kita sukses untuk kedepannya.
Namun Kang Abik tidak menceritakan secara detail keadaan Beijing, Tembok Raksasa, dan Semarang. Dia hanya menjelaskan tentang Masjid Niujie. Sehingga kita tidak mengetahui dan membayangkan keadaan disekitar Zahrana. Dan ilustrasinya sedikit.
Menjari ilmu merupakan hal yang penting. Novel karya Habiburrahman El Shirazy, sebuah novel pembangun jiwa ini semoga bisa menjadi motivasi dan inspirasi dalam mencari dan menuntut ilmu, sehingga kita dapat berhasil dan sukses. 
Semoga Bermanfaat
Many Thank’s

Tidak ada komentar:

Posting Komentar